Biografi Dony Ahmad Munir

by

 

Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M. adalah Bupati Sumedang periode 2018-2023, lahir di Sumedang 5 Desember 1973.

Putra dari Bapak KH Moch Subki Ma’mun dan Ibu Hj. Ikah Mumsikah, serta cucu dariulama Kharismatik Sumedang, Mama Syatibi dan Moch Ma’Mun.

Menikah dengan Ibu Hj. Susi Gantini, S.Si, dan hasil pernikahannya memiliki 3 orang anak, 2 perempuan dan 1 laki-laki.

Dony Ahmad Munir (DoAMu) adalah politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sukses menjadi anggota DPRD Sumedang termuda pada tahun 1997, Dony terpilih kembali menjadi Anggota DPRD Sumedang hingga 2009.

Naik kelas ke DPRD Provinsi sejak 2009 hingga 2014, dan dilanjut ke DPR RI untuk periode 2014-2019.

Tahun 2018, DoAMu mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI, ikut dalam pemilihan Bupati Sumedang, serta sukses memperoleh kepercayaan hingga 43,5 persen suara.

DoAMu, selalu mengajak untuk bekerja sebagai ibadah. Keinginannya memajukan Kabupaten Sumedang, tidak asal coba-coba.

Berkeliling ke setiap desa, untuk membangun jalan, jembatan, irigasi dan juga pembangunan infrastruktur lainnya. Tidak ada pembangunan jalan yang lepas dari kontrol dirinya.

Selama menjabat Bupati, Dony juga mengembangkan syiar Islam dengan berbagai program keagamaan, baik untuk meningkatkan iman dan taqwa, mendidik generasi Islami, juga memajukan ekonomi Islam yang bebas dari Riba.

Gerakan Magrib Mengaji yang disampaikan saat Kampanye, mendapat halangan karena pandemi Covid19. Namun berkat inisiatif dan inovatif, lahirlah Magrib Mengaji Online (MMO), dimana DoAMu mengajar ngaji melalui digital sosial media, Instagram setiap hari Senin hingga Jumat, bada Magrib hingga Isya.

Kegiatan ini tidak pernah berhenti, kecuali pada saat Bulan Ramadhan. Menjalankan tugas sebagai Bupati dimana saja, MMO tetap dijalankan, walaupun dia berada di tengah lautan sekalipun.

Dony juga membuktikan kecintaannya kepada Sumedang dengan banyak menorehkan prestasi. Beberapa diantaranya, adalah sebagai The Best Over All Indonesia Next Leader, Terbaik penerapan SPBE Nasional, Memiliki Command Center, Juara dalam penanganan Stunting, dan banyak lagi prestasi lainnya.

Sayangnya, pembangunan Infrastruktur di Sumedang terhambat karena adanya Pandemi COVID-19, yang memaksa Pemerintah Kabupaten Sumedang melakukan Refocusing, sehingga anggaran banyak tidak digunakan sebagaimana mestinya, namun lebih ke pengamanan sosial akibat COVID19 tersebut.

Walaupun banyak anggaran yang terkoreksi adanya ReFocusing, Dony tetap menyelenggarakan banyak kegiatan sehingga atas prestasinya, Sumedang mendapatkan porsi anggaran paling besar di jawa Barat, untuk DAK.

Dengan anggaran tersebut, banyak Jalan yang kemudian akan dan sedang di bangun.

Pembangunan gedung dan Taman yang menjadi Ikon baru Sumedang, yakni adanya Mal Pelayanan Publi, Gedung Kreatif Sumedang, Alun-alun Sumedang, Masjid Alkamil di Pusat Pemerintahan Sumedang, serta Masjid Al-Kamil dan Menara Kujang Sapasang di Jatigede Sumedang.

Dony juga mengembangkan pola kerja dengan sistem Petahelix, dan Cross Cutting. Sebuah inovasi, bekerja bersama antar SKPD untuk menyelenggarakan satu even atau kegiatan.

Mendukung perkembangan UMKM Lokal termasuk komodisti asli Sumedang. Dony juga menetapkan 7 Oktober menjadi hari Kopi Sumedang.

Dony juga telah menetapkan Sumedang sebagai Kabupaten Pariwisata. Organisasi pendukung Pariwisata terbentuk secara lengkap pada masanya, mulai dari PHRI, ASITA, HPI, Kompepar dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Sumedang.

Atas penetapan ini, banyak muncul destinasi wisata baru di Sumedang, sehingga muncul banyak Desa Wisata.

Walaupun banyak tawaran untuk berkarir pada jenjang lebih tinggi, ternyata DOny masih ingin mengabdi, untuk kemajuan Sumedang yang sebenarnya.

Melalui Pilkada, Pemilihan Bupati Sumedang 2024-2029, Dony akan kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Sumedang.